Medan - Setelah beberapa kali Gerebek Sarang Narkoba (GSN) oleh Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan di Jermal VII Ujung Tanah Garapan, Desa Bandar Klippah, Kecamatan Percut Sei Tuan dan membakar barak pompa sabu.
Namun bandarnya berinisial MAMAT lolos dari sergapan polisi sekaligus sudah masuk Target Polisi (TO) kembali eksis kelola narkotika jenis sabu dan meraup keuntungan belasan juta rupiah per harinya di TKP tersebut. Transaksi si putih juga sangat fantastis bisa juga mendapatkan keuntungan ratusan juta rupiah per hari kalau ada event sudah pasti ramai.
"Padahal di kawasan padat penduduk itu MAMAT sudah beberapa kali mau ditangkap petugas Polrestabes Medan. Namun sangat licin ditangkap dan selalu berhasil lolos dari sergapan polisi, pokoknya kalau ada event keuntungan, " ucap warga Medan bernama J Yanto kepada wartawan di Mapolrestabes Jalan HM Said Medan, Rabu (22/4/2026).
Kata dia, MAMAT sangat meresahkan warga dan sangat arogan seakan - akan menantang polisi untuk digerebek lagi. "Bangga saya melihat pihak Polrestabes Medan berkunjung ke Jermal VII Ujung Garapan untuk menangkap MAMAT yang sudah berhasil kelola narkotika jenis sabu - sabu tersebut, " ujarnya.
Transaksi sabu juga tidak ada tanggal merahnya sistim beroperasi 24 jam tanpa jedah. Apalagi malam weekend ramai yang ingin pompa dan bawa si putih untuk dinikmati bersama teman - tenan lainnya di tempat lain.
Menurutnya, GSN rutinkan saja dilakukan di Jermal VII Ujung Garapan dan memburu MAMAT. "Kalau sudah GSN rutin bisa miskin MAMAT itu apalagi kalau sudah tertangkap, semakin nyaman warga sekitarnya tinggal di kawasan padat penduduk tersebut, " jelasnya.
Sebelumnya Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak komitmen dalam GSN di kawasan padat penduduk di wilayah hukum Polrestabes Medan.
Pihak Polrestabes Medan tidak pernah bosan memberantas narkoba dan menangkap bandar maupun pengelola narkotika jenis sabu dan inex di wilayah hukum Polrestabes Medan.